Tampilkan postingan dengan label Agriculture. Tampilkan semua postingan
Jika anda sakit, berusaha berobat kah? Tentu saja! Namun bagaimana dengan organisme lain di dunia? Simpanse, kadal atau serangga, ketika sakit berobat kah mereka?
Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa hewan pun tahu berobat tatkala sakit. Di pertengahan 1980an, observasi atas beberapa populasi simpanse di sekujur benua Afrika merekam beberapa kejadian di mana satu dua individu simpanse mengunyah jenis dedaunan yang tidak lumrah. Dedaunan ini biasanya punya rambut-rambut relatif panjang dan keras di permukaannya. Dalam kosakata botani, karakter sedemikian dikenal sebagai karakter hispid. Karakter hispid dari satu jenis tanaman layaknya membuat dedaunan tanaman bersangkutan tidak ideal sebagai makanan sesehari simpanse. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa perilaku memakan dedaunan yang tak lumrah ini rupa-rupanya punya korelasi dengan status kesehatan simpanse bersangkutan. Eksperimen empiris di kemudian hari menunjukkan bahwa simpanse dengan jumlah parasit tinggi di dalam sistem pencernaannya punya tendensi yang lebih tinggi untuk mencari dan mengunyah dedaunan dengan karakter hispid. Menariknya lagi, konsumsi dedaunan dengan karakter hispid ternyata berkorelasi dengan turunnya jumlah parasit dalam sistem pencernaan simpanse. Observasi lapangan sepanjang 1990an menunjukkan bahwa perilaku semacam ini cukup lumrah bukan hanya di kalangan simpanse, namun juga gorila dan makaka di berbagai lokasi terpisah di Afrika. Menariknya lagi, jenis tanaman yang jadi 'obat' andalah berbagai populasi terpisah ini berbeda-beda jenisnya, namun semua tanaman yang jadi 'obat' anti parasit punya karakter hispid (Huffman 1997).
Setelah observasi di populasi kera besar di atas, beberapa studi lain pun menunjukkan bahwa domba dengan infestasi parasit tinggi dalam tubuhnya lebih memilih makanan dengan kandungan tannin tinggi (Villaba et al. 2006). Tannin adalah senyawa kimia polifenol yang jamak ditemukan di berbagai tanaman. Rasa kecut yang terasa di lidah ketika mengecap buah yang belum matang, sering kali datang dari kandungan tannin tinggi dalam buah muda. Tannin punya kemampuan untuk menangkap dan mengisolasi protein. Selain itu, tannin juga dikenal sebagai senyawa anti-parasit alami.
Bahwa kera dan domba, dua binatang yang relatif dekat dengan manusia di jenjang evolusi, punya kemampuan untuk memilih makanan yang mampu mengobati penyakit yang tengah mereka derita saja sudah menarik. Namun dua tahun lalu, satu grup peneliti di Arizona, AS, menemukan bahwa perilaku berobat teryata terjadi juga di antara serangga (Singer et al. 2009).
Rupa-rupanya bukan hanya saya dan anda saja yang pergi mencari aspirin ketika sakit kepala, namun demikian juga simpanse, domba, serangga dan entah apa lagi di luar sana.
Referensi:
Huffman, M.A. 1997. Current Evidence for Self-Medication in Primates: A Multidisciplinary Perspective. Yearbook of Physical Anthropology 40:171–200. Available online here.
Singer, M.C., K.C. Mace, E.A. Bernays. 2009. Self-Medication as Adaptive Plasticity: Increased Ingestion of Plant Toxins by Parasitized Caterpillars. PLoS ONE 4(3): e4796. doi:10.1371/journal.pone.0004796.
Villalba, J., M.D. Provenza, R. Shaw. 2006. Sheep self-medicate when challenged with illness-inducing foods. Animal Behavior 71: 1131-1139.
Dalam kehidupan keseharian patut kita akui, seringkali kita mengabaikan hal-hal yang kecil. Kenyataan yang ada hal kecil tersebut akan berdampak besar bila kita mengabiakannya. Seperti tubuh manusia, nutrisi yang diberikan haruslah berimbang. Ibaratnya 4 sehat 5 sempurna.
Dalam tanaman mungkin kita bisa menyamakan dengan pemberian unsur hara makro harus diimbangi pula dengan unsur hara mikro, karena baik unsur hara makro maupun mikro besar pengaruhnya dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.
Bila kita telaah lebih lanjut, sebenarnya pemberian pupuk yang selama ini dilakukan petani masih kurang memuaskan Tidak jarang petani kita menggunakan pupuk atau nutrisi makro N, P, K, Ca, Mg dan S secara berlebih dan sama sekali tidak menggunakan pupuk mikro.
Bila kita telaah lebih lanjut, sebenarnya pemberian pupuk yang selama ini dilakukan petani masih kurang memuaskan Tidak jarang petani kita menggunakan pupuk atau nutrisi makro N, P, K, Ca, Mg dan S secara berlebih dan sama sekali tidak menggunakan pupuk mikro.
Alhasil bukan produksi yang meningkat tetapi toksisitas yang terjadi. Produksi yang dihasilkan tanaman dapat dioptimalkan bukan dengan penggunaan pupuk makro yang berlebih tetapi dengan menambahkan unsur hara mikro sehingga kita dapat menghemat penggunaan pupuk makro (NPK) menyeimbangkannya dengan penggunaan pupuk mikro yang hanya diperlukan dalam jumlah kecil (gram).
Keseimbangan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai proses bertambahnya ukuran dan jumlahsel-sel tanaman yang diikuti adanya pertumbuhan berat kering tanaman, sedangkan perkembangan tanaman dapat diartikan sebagai suatu proses menuju tercapainya kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman terbagi menjadi dua fase yaitu fase pertumbuhan vegetatif dan fase pertumbuhan generatif. Pada fase pertumbuhan vegetatif, perbandingan atau rasio daun (pucuk) dan akar sangat menentukan perkembangan selanjutnya terutama dalam hal produksi.
Bila pertumbuhan akar lebih cepat dari daun (pucuk) maupun sebaliknya akan berpengaruh kurang baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman itu sendiri. Disini jelas dibutuhkan adanya keseimbangan antara rasio pertumbuhan daun dengan akar. Artinya agar baik pertumbuhan akar maupun daun sama-sama tumbuh dan berkembang secara normal dan seimbang tanpa saling mendominasi.
Sudah bukan rahasia lagi petani dalam menerapkan kegiatan pertanian terutama dalam pemupukan hanya mengandalkan pupuk konvensional seperti Urea, SP-36, KCl maupun ZA yang semuanya hanya dapat memenuhi unsur hara salah satu makro seperti N, P, K atau S saja. Sementara itu unsur lain yang dibutuhkan tanaman tidak itu saja meliankan ada 16 macam unsur yang terbagi atas unsur hara makro (C,H,O,N,P,K.Ca,Mg dan S) dan unsur mikro (Fe, Mn, Mo, B, CU,Zn, dan Cl)
Meskipun sekarang banyak beredar pupuk majemuk alternatif yang diproduksi industri pupuk dan beredar di pasaran yaitu campuran dari pupuk tunggal dengan berbagai kompoisisi dan merk dagang berbeda. Bahkan ada pula pupuk yang sudah terkandung semua unsur hara dalam satu kemasan.
Meskipun sekarang banyak beredar pupuk majemuk alternatif yang diproduksi industri pupuk dan beredar di pasaran yaitu campuran dari pupuk tunggal dengan berbagai kompoisisi dan merk dagang berbeda. Bahkan ada pula pupuk yang sudah terkandung semua unsur hara dalam satu kemasan.
“Produksi yang dihasilkan tanaman dapat dioptimalkan bukan dengan penggunaan pupuk makro yang berlebih tetapi dengan menambahkan unsur hara mikro sehingga kita dapat menghemat penggunaan pupuk makro (NPK) menyeimbangkannya dengan penggunaan pupuk mikro yang hanya diperlukan dalam jumlah kecil (gram)”
Pada kenyataan petani saat ini masih banyak yang enggan untuk menggunakannya. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani mengenai jumlah dan jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sehingga tidaklah mengherankan bila penerapan pemupukan tidak diikuti dengan peningkatan produksi karena hanya memenuhi beberapa unsur hara makro saja, sementara unsur mikro yang lain tidak terpenuhi. Padahal meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit, unsur mikro ini tidak kalah pentingnya dengan unsur hara makro sebagai komponen struktural sel yang terlibat langsung dalam metabolisme sel dan aktivitas enzim.
Mikro Nutrisi
Saat ini kita ketahui pupuk mikro tersusun dari unsur Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Molibdat (Mo), umumnya unsur mikro ini tersedia pada pH tanah antara 5 – 6. Besi mempunyai peranan dalam menyusun enzim-enzim pada transport elektron, pembentukan ultrastruktur kloroplas, penyusun enzim-enzim katalase dan peroksidase, dan sebagainya.
Tembaga, berperanan dalam fotosintesis karena bagian penyusun enzim kloroplas plastosianin dalam sistem transpor electron dan penyusun beberapa enzim oksidase. Seng merupakan penyusun dari enzim penyusun sintesis Triptofan, prekursor (pra zat) dari IAA, bersama tembaga berperanan dalam penyusunan enzim superoksida dismutase (enzim pemecah O2). Molibdat, berperanan dalam “carier” elektron antara tahap teroksidasi dan tereduksi.
Boron (B). Boron, mengendalikan transpor gula, pembentukan polisakarida, bagian pembentukan dari dinding sel dan metabolisme senyawa pektat. Mangan berperanan dalam aktifasi beberapa enzim yang berkaitan dengan sintesis asam lemak dan nukleotida serta memainkan peranan dalam respirasi serta fotosintesis.
B diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk B2O3- .Fungsi unsur hara boron bagi tanaman adalah berfungsi sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman. Meningkatkan mutu tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan. Berperan dalam perbanyakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca), dan unsur hara B dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit.
B diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk B2O3- .Fungsi unsur hara boron bagi tanaman adalah berfungsi sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman. Meningkatkan mutu tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan. Berperan dalam perbanyakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca), dan unsur hara B dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit.
Dadang Gusyana
Alumnus Biologi UNPAD
Pemerhati Masalah Pupuk
Alumnus Biologi UNPAD
Pemerhati Masalah Pupuk
Memperbaiki nasib petani bisa dilakukan dari sisi teknologi. Terlebih saat teknologi itu disambut baik oleh kalangan industri dan pemerintah. Sebuah usaha demi mengubah status Indonesia sebagai pengimpor beras.
Selintas, nuklir memang identik dengan momok mengerikan. Tapi siapa nyana berkat teknologi nuklir lah suatu momen intim terjalin antaran presiden, mentri dan komunitas petani. Bertempat di desa Rancadaka, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Presiden terlibat diskusi dan tanya jawab serius tapi santai dengan para petani yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sesekali terdengar suara gelak tawa dan tepuk tangan hadirin menyambut komentar-komentar presiden maupun pertanyaan-pertanyaan lugu dari para petani. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dan ditutup dengan nyanyi bareng lagu Manis dan Sayang ciptaan Koes Plus yang pernah populer pada tahun 70-an. Cuplikan cerita di atas adalah penggalan suasana kunjungan kerja Presiden ke Subang tanggal awal bulan ini dalam rangka Panen Benih Padi Varietas Mira-1 hasil penelitian dan pengembangan BATAN.
Bintang acara pagi hari itu tentu saja para petani, yang dengan kerja keras yang telah mereka tunjukkan berhasil mengubah sebagian wilayah desa Rancanaka menjadi hamparan hijau tanaman padi yang hampir mengeluarkan bulirnya, sementara sebagian wilayah lagi berwarna kekuning-kuningan karena hamparan padi yang siap di panen. Itulah desa Rancadaka sebagai Agora dan social nexus yang mempertautkan berbagai elemen dalam masyarakat yang dalam perannya masing-masing bersinergi membangun kehidupan sosioekonomi masyarakat.
Tanpa bermaksud mengecilkan peran strategis petani sebagai ujung tombak pembangunan ketahanan pangan, pentas Rancadaka merupakan kulminasi dari untaian perjalanan panjang para ABG (singkatan dari triple helix: Academicians, Businessmen, dan Government). Varietas unggul Mira-1 lahir dari suatu pengelanaan keilmuwan para peneliti di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) – BATAN. MIRA-1 yang merupakan perbaikan terhadap varietas padi Cisantana yang yang dilepas Departemen Pertanian pada tahun 1999. Cisantana sebenarnya mempunyai sifat tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan agak tahan biotipe 3, tahan penyakit hawar daun strain III, tekstur nasi pulen, tetapi kualitas berasnya kurang bagus.
Di samping itu adanya bulu pada ujung gabah menyebabkan varietas Cisantana tidak disenangi petani. Untuk memperbaiki sifat-sifat tersebut BATAN pada tahun 2000 telah melakukan perbaikan varietas Cisantana dengan teknik mutasi. Dari kegiatan penelitian tersebut diperoleh galur mutan yang disebut Obs-1688/PsJ yang mempunyai sifat produksi tinggi, berumur genjah, tahan hama wereng coklat biotipe 2 dan agak tahan biotipe 3, tahan penyakit bakteri hawar daun strain III dan agak tahan strain IV, dengan tekstur nasi pulen serta mutu dan kualitas beras bagus.
Sampai di sini kita melihat kesinambungan dan harmonisasi kerja dan program kerja antara Academicians, dalam hal ini adalah Batan dan para peneliti di lembaga iptek nuklir tersebut, dan Government, dalam hal ini adalah Departemen Pertanian. Lalu dimana peran Businessmen atau dunia bisnis? Pelaku bisnis, khususnya di bidang agroindustri, mempunyai peranan yang sangat strategis. Di segmen pertama adalah dalam penyediaan benih sebar atau biasa disebut extension seeds yang akan ditanam petani untuk memproduksi beras konsumsi. Segmen berikutnya adalah dalam penyediaan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida.
Apa message yang bisa kita tangkap dari pentas Rancadaka? Utamanya adalah bahwa kita bisa bersama dan bersama kita bisa. Konsep triple helix ABG bukanlah sekedar wacana tetapi memang bisa diwujudkan dalam tataran implementasi, yaitu ada kegiatan-kegiatan akademik atau litbang yang bukan hanya bersifat academic excercise tetapi memang berangkat dari dan untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat. Ada kebijakan pemerintah yang mendukung kegiatan litbang dan penghantaran hasil-hasilnya ke masyarakat. Ada pimpinan pemerintahan yang turun ke gelanggang dan lalu membuat keputusan-keputusan publik dalam rangka mengawal kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat. Ada pelaku bisnis dan technopreneur yang berani menjemput bola dan melakukan fungsi intermediasi antara penghasil teknologi (dunia litbang) dan end users, yang dalam hal ini adalah petani dan masyarakat luas.
Jepang dikenal sebagai negara paling maju di Asia. Namun tahukah anda, bahwa pertanian disana ternyata masih kuat nuansa ‘tradisional’nya? Bagaimana itu? Mari kita simak selengkapnya!
Begitu kita berada di luar Tokyo, terjadilah anomali. Ini terjadi karena ternyata Negeri matahari terbit ini juga merupakan negeri para petani lokal/kecil. Di Fukuoka, kota terbesar nomor tujuh di Jepang, ladang padi yang damai terselip diantara rumah dan candi, dalam bayang-bayang pencakar langit yang hanya berjarak 10 mil.
Di iklim yang sangat kondusif ini, pertanian keluarga menanam buat dan sayuran dalam siklus tahunan, untuk memproduksi bahan pangan bagi kota berpenduduk 1,3 juta ini. Di daerah suburban, dimana pertanian lokal jauh lebih banyak, konsumen sering mendapatkan sayuran yang baru dipetik tadi pagi untuk makan malam. Di supermarket pada jantung kota Fukuoka, adalah umum untuk mendapatkan sayuran yang dipanen sehari sebelumnya.
Hasil pertanian segar
Jika anda menggigit tomat atau stroberi disini, maka efek dari kesegarannya akan segera terasa. Mereka sangat penuh cita rasa, sehingga tidak perlu dipersiapkan lebih lanjut lagi. Bahkan anak-anak menyukai sayuran, termasuk juga yang dianggap tidak enak seperti bayam atau kacang-kacangan.
Jepang memiliki istilah untuk hasrat terhadap makanan lokal dan segar: chisan, chishou, yang berarti, ‘produksi lokal, dan konsumsi lokal’.
Preservasi chisan-chisou pada salah satu negara yang paling terurbanisasi di dunia merupakan teladan yang baik, bahwa di negara lain yang terurbanisasi hal ini juga dapat diterapkan.
Dengan perkecualian Hokkaido, pulau Jepang yang paling utara dan paling rural, sebagian besar pertanian di Jepang adalah operasi skala kecil yang dijalankan oleh beberapa anggota keluarga. Hasilnya tidak hanya pada kesegaran makanan lokal, namun juga dedikasi untuk terhadap produk. Anggur dan peach, diantara buah lain, mereka lindungi dengan pelindung, sewaktu masih tumbuh, untuk melindungi mereka dari serangga dan gangguan lain. Tanah pun dipetakkan dengan baik, sehingga sayuran akan tumbuh dari dalam beberapa kaki. Dengan bantuan dari rumah kaca, hal ini membantu pasokan tanaman dari musim semi, panas, gugur, dan dingin. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh tangan. Petani Jepang memproduksi semangka kotak, dari trik bonsai dengan membentuk semangka menjadi kubus sewaktu ia tumbuh, sehingga ia dapat dimasukkan kedalam kulkas. Ini menunjukkan dedikasi mereka terhadap pertanian.
Bantuan Pemerintah
Dalam era modern ini, generasi muda sudah mulai tidak tertarik atau mengapresiasi pertanian chisan chishou. Namun, pemerintah Jepang tidak tinggal diam. Mereka memberikan insentif-insentif, untuk mengakselerasi pertanian lokal. Di 20 tahun terakhir ini, pemerintah telah memfasilitasi pertanian lokal untuk memasuki pasar. Menjual tanah pertanian kepada kepentingan komersial, akan dipajaki sangat tinggi oleh pemerintah, sementara memberikan tanah tersebut ke anak untuk pertanian hanya dipajaki sangat minim. Pusat pertanian juga mengundang anak-anak sekolah untuk menanam dan memanen, untuk meningkatkan minat mereka. Pertanian kadang menjadi bagian dari kurikulum sekolah.
Minoru Yoshino dari Pusat Penelitian Pertanian Fukuoka menjabarkan peran pemerintah pada chisan-chishou dalam tiga hal. Makanan lokal yang segar adalah lebih sehat, dan rasa yang nikmat akan meningkatkan konsumsi sayuran. Sementara, pertanian lokal adalah lebih baik bagi kelestarian lingkungan, karena hanya memerlukan air dan pestisida lebih sedikit.
Tanya: Di akhir tahun ini pemerintah merencakan kembali mengimpor gula, mungkin juga tahun depan kembali mengimpor beras. Saya sebagai warga negara Indonesia merasa sedih. Apa yang terjadi dengan negeri ini? Indonesia katanya dikenal sebagai negara yang punya tanah subur sehingga bila kita menanam tongkatpun akan menjadi tanaman. Mohon dijelaskan.
Dino, Jakarta.
Jawab:
Kebijakan import gula 225 ribu ton tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan bahan baku industri untuk produksi 2010. Tentu hal ini disebabkan rendahnya produksi gula nasional hingga akhir 2010 hanya mencapai 2,5 juta ton. Produksi gula tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan sebanyak 2,7 ton. Produksi gula nasional 200 ribu ton lebih rendah karena rendemennya turun, maka produksinya di bawah target.
Memang bukan sesuatu yang mustahil juga terjadi pada beras, bila produksi padi kita tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri. Tetapi kita tetap berharap produksi padi kita akan mencukupi dengan memperhatikan penggunaan bibit yang baik dan berkualitas serta pola pemupukan yang tepat.
Paradigma tanah kita adalah tanah subur memang tidak salah, tetapi bila selama bertahun-tahun kita gunakan tanah tersebut untuk produksi pertanian maka unsur hara yang ada didalam tanah tersebut akan berkurang karena terangkut dalam hasil produksi atau hilang karena tergerus air (leaching).
Bila kita telaah lebih lanjut, sebenarnya pemberian pupuk yang selama ini dilakukan petani masih kurang memuaskan. Mengap? Karena produksi yang dihasilkan tanaman selama ini ternyata masih dapat dioptimalkan lagi bila kita memberikan unsur tambahan berupa unsur hara mikro.
Disinilah terlihat adanya peranan yang penting dari unsur hara mikro yang seringkali kita lupakan. Jadi, seperti halnya tubuh manusia, nutrisi yang diberikan haruslah berimbang. Ibaratnya 4 sehat 5 sempurna. Dalam tanaman mungkin kita bisa menyamakan dengan pemberian unsur hara makro harus diimbangi pula dengan unsur hara mikro, karena baik unsur hara makro maupun mikro besar pengaruhnya dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.
Pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai proses bertambahnya ukuran dan jumlahsel-sel tanaman yang diikuti adanya pertumbuhan berat kering tanaman, sedangkan perkembangan tanaman dapat diartikan sebagai suatu proses menuju tercapainya kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman terbagi menjadi dua fase yaitu fase pertumbuhan vegetatif dan fase pertumbuhan generatif. Pada fase pertumbuhan vegetatif, perbandingan atau rasio daun (pucuk) dan akar sangat menentukan perkembangan selanjutnya terutama dalam hal produksi. Bila pertumbuhan akar lebih cepat dari daun (pucuk) maupun sebaliknya akan berpengaruh kurang baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman itu sendiri. Disini jelas dibutuhkan adanya keseimbangan antara rasio pertumbuhan daun dengan akar. Artinya agar baik pertumbuhan akar maupun daun sama-sama tumbuh dan berkembang secara normal dan seimbang tanpa saling mendominasi.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa petani dalam menerapkan kegiatan agronomis terutama dalam pemupukan hanya mengandalkan pupuk konvensional seperti Urea, SP-36, KCl maupun ZA yang semuanya hanya dapat memenuhi unsur hara salah satu makro seperti N, P, K atau S saja. Sementara itu unsur lain yang dibutuhkan tanaman tidak itu saja meliankan ada 16 macam unsur yang terbagi atas unsur hara makro (C,H,O,N,P,K.Ca,Mg dan S) dan unsur mikro (Fe, Mn, Mo, B, CU,Zn, dan Cl)
Meskipun sekarang banyak beredar pupuk majemuk alternatif yang diproduksi industri pupuk dan beredar di pasaran yaitu campuran dari pupuk tunggal dengan berbagai kompoisisi dan merk dagang berbeda. Bahkan ada pula pupuk yang sudah terkandung semua unsur hara dalam satu kemasan.
Pada kenyataan petani saat ini masih banyak yang enggan untuk menggunakannya. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani mengenai jumlah dan jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sehingga tidaklah mengherankan bila penerapan pemupukan tidak diikuti dengan peningkatan produksi karena hanya memenuhi beberapa unsur hara makro saja, sementara unsur mikro yang lain tidak terpenuhi. Padahal meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit, unsur mikro ini tidak kalah pentingnya dengan unsur hara makro sebagai komponen struktural sel yang terlibat langsung dalam metabolisme sel dan aktivitas enzim.
Besi (Fe)
Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe++. Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:
1. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
2. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
3. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan
Cytohrom
1. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
2. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
3. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan
Cytohrom
Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++. Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
1. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin.
2. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim.
4. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
1. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin.
2. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim.
4. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Cu++. Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:
1. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A.
2. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
1. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A.
2. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
Seng (Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Zn++. Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan dan pertumbuhan.
2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Zn++. Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan dan pertumbuhan.
2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.
Boron (B)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk B2O3- .Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk B2O3- .Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
1. Berfungsi sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman.
2. Meningkatkan mutu tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan.
3. Berperan dalam perbanyakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar.
4. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca).
5. Unsur hara B dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
2. Meningkatkan mutu tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan.
3. Berperan dalam perbanyakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar.
4. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca).
5. Unsur hara B dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
Tanya: Di akhir tahun ini pemerintah merencakan kembali mengimpor gula, mungkin juga tahun depan kembali mengimpor beras. Saya sebagai warga negara Indonesia merasa sedih. Apa yang terjadi dengan negeri ini? Indonesia katanya dikenal sebagai negara yang punya tanah subur sehingga bila kita menanam tongkatpun akan menjadi tanaman. Mohon dijelaskan.
Dino, Jakarta.
Jawab:
Kebijakan import gula 225 ribu ton tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan bahan baku industri untuk produksi 2010. Tentu hal ini disebabkan rendahnya produksi gula nasional hingga akhir 2010 hanya mencapai 2,5 juta ton. Produksi gula tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan sebanyak 2,7 ton. Produksi gula nasional 200 ribu ton lebih rendah karena rendemennya turun, maka produksinya di bawah target.
Memang bukan sesuatu yang mustahil juga terjadi pada beras, bila produksi padi kita tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri. Tetapi kita tetap berharap produksi padi kita akan mencukupi dengan memperhatikan penggunaan bibit yang baik dan berkualitas serta pola pemupukan yang tepat.
Paradigma tanah kita adalah tanah subur memang tidak salah, tetapi bila selama bertahun-tahun kita gunakan tanah tersebut untuk produksi pertanian maka unsur hara yang ada didalam tanah tersebut akan berkurang karena terangkut dalam hasil produksi atau hilang karena tergerus air (leaching).
Bila kita telaah lebih lanjut, sebenarnya pemberian pupuk yang selama ini dilakukan petani masih kurang memuaskan. Mengap? Karena produksi yang dihasilkan tanaman selama ini ternyata masih dapat dioptimalkan lagi bila kita memberikan unsur tambahan berupa unsur hara mikro.
Disinilah terlihat adanya peranan yang penting dari unsur hara mikro yang seringkali kita lupakan. Jadi, seperti halnya tubuh manusia, nutrisi yang diberikan haruslah berimbang. Ibaratnya 4 sehat 5 sempurna. Dalam tanaman mungkin kita bisa menyamakan dengan pemberian unsur hara makro harus diimbangi pula dengan unsur hara mikro, karena baik unsur hara makro maupun mikro besar pengaruhnya dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.
Pertumbuhan tanaman dapat didefinisikan sebagai proses bertambahnya ukuran dan jumlahsel-sel tanaman yang diikuti adanya pertumbuhan berat kering tanaman, sedangkan perkembangan tanaman dapat diartikan sebagai suatu proses menuju tercapainya kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman terbagi menjadi dua fase yaitu fase pertumbuhan vegetatif dan fase pertumbuhan generatif. Pada fase pertumbuhan vegetatif, perbandingan atau rasio daun (pucuk) dan akar sangat menentukan perkembangan selanjutnya terutama dalam hal produksi. Bila pertumbuhan akar lebih cepat dari daun (pucuk) maupun sebaliknya akan berpengaruh kurang baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman itu sendiri. Disini jelas dibutuhkan adanya keseimbangan antara rasio pertumbuhan daun dengan akar. Artinya agar baik pertumbuhan akar maupun daun sama-sama tumbuh dan berkembang secara normal dan seimbang tanpa saling mendominasi.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa petani dalam menerapkan kegiatan agronomis terutama dalam pemupukan hanya mengandalkan pupuk konvensional seperti Urea, SP-36, KCl maupun ZA yang semuanya hanya dapat memenuhi unsur hara salah satu makro seperti N, P, K atau S saja. Sementara itu unsur lain yang dibutuhkan tanaman tidak itu saja meliankan ada 16 macam unsur yang terbagi atas unsur hara makro (C,H,O,N,P,K.Ca,Mg dan S) dan unsur mikro (Fe, Mn, Mo, B, CU,Zn, dan Cl)
Meskipun sekarang banyak beredar pupuk majemuk alternatif yang diproduksi industri pupuk dan beredar di pasaran yaitu campuran dari pupuk tunggal dengan berbagai kompoisisi dan merk dagang berbeda. Bahkan ada pula pupuk yang sudah terkandung semua unsur hara dalam satu kemasan.
Pada kenyataan petani saat ini masih banyak yang enggan untuk menggunakannya. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani mengenai jumlah dan jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Sehingga tidaklah mengherankan bila penerapan pemupukan tidak diikuti dengan peningkatan produksi karena hanya memenuhi beberapa unsur hara makro saja, sementara unsur mikro yang lain tidak terpenuhi. Padahal meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit, unsur mikro ini tidak kalah pentingnya dengan unsur hara makro sebagai komponen struktural sel yang terlibat langsung dalam metabolisme sel dan aktivitas enzim.
Besi (Fe)
Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk Fe++. Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:
1. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
2. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
3. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan
Cytohrom
1. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
2. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
3. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan
Cytohrom
Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++. Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
1. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin.
2. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim.
4. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
1. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin.
2. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.
3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim.
4. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Cu++. Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:
1. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A.
2. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
1. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A.
2. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
Seng (Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Zn++. Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan dan pertumbuhan.
2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk Zn++. Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan dan pertumbuhan.
2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah.
Boron (B)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk B2O3- .Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk B2O3- .Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
1. Berfungsi sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman.
2. Meningkatkan mutu tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan.
3. Berperan dalam perbanyakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar.
4. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca).
5. Unsur hara B dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
2. Meningkatkan mutu tanaman perkebunan, sayuran dan buah-buahan.
3. Berperan dalam perbanyakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar.
4. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca).
5. Unsur hara B dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
Yth Redaksi, Mohon dibahas mengenai berbagai macam jenis minyak asal tumbuhan. Terutama minyak sawit, kedelai dan jagung. Perbedaannya keungulan dan kekurangannya.
Thanks
Irna Safira Inayah
Irna Safira Inayah
Jawab:
Minyak merupakan salah satu jenis makanan yang banyak digunakan untuk diet sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh keuntungan minyak yang telah dirasakan oleh segenap lapisan orang, yaitu untuk meningkatkan cita rasa, memperbaiki tekstur, dan pembawa flavor, disamping fungsi fisiologis dan sebagai sumber energi.
Minyak erat kaitannya jantung, hal ini disebabkan oleh isu penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyebab kematian peringkat atas di Indonesia. Konsumsi minyak dan lemak merupakan faktor paling dominan dan mendapat perhatian paling luas.
Studi pengaruh konsumsi minyak atau lemak terhadap penyakit jantung koroner sudah dimulai pada pertengahan 1950-an oleh Ahren, Kinsell, Keys dan Hegsted serta formula Keys yang disempurnakan oleh Hegsted. Pertengahan 1980 kebanyakan penelitian tentang asam lemak jenuh (saturated fat) .
Berbagai hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya peningkatan kolesterol sangat bergantung pada panjang rantai karbon, terutama C12:0 dan C14:0, yang berasal dari bahan bakunya. Sebaliknya asam lemak tak jenuk rantai panjang (poly-unsaturated fatty acid) mempunyai pengaruh yang dapat menurunkan kolesterol sedangkan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acid) pada saat itu belum mendapat perhatian khusus.
Minyak merupakan salah satu jenis makanan yang banyak digunakan untuk diet sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh keuntungan minyak yang telah dirasakan oleh segenap lapisan orang, yaitu untuk meningkatkan cita rasa, memperbaiki tekstur, dan pembawa flavor, disamping fungsi fisiologis dan sebagai sumber energi.
Minyak erat kaitannya jantung, hal ini disebabkan oleh isu penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyebab kematian peringkat atas di Indonesia. Konsumsi minyak dan lemak merupakan faktor paling dominan dan mendapat perhatian paling luas.
Studi pengaruh konsumsi minyak atau lemak terhadap penyakit jantung koroner sudah dimulai pada pertengahan 1950-an oleh Ahren, Kinsell, Keys dan Hegsted serta formula Keys yang disempurnakan oleh Hegsted. Pertengahan 1980 kebanyakan penelitian tentang asam lemak jenuh (saturated fat) .
Berbagai hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya peningkatan kolesterol sangat bergantung pada panjang rantai karbon, terutama C12:0 dan C14:0, yang berasal dari bahan bakunya. Sebaliknya asam lemak tak jenuk rantai panjang (poly-unsaturated fatty acid) mempunyai pengaruh yang dapat menurunkan kolesterol sedangkan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acid) pada saat itu belum mendapat perhatian khusus.
Kolesterol
Kolesterol adalah molekul sejenis lipid yang ditemukan dalam aliran darah dan sel tubuh. Merupakam senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel. Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke.
Kolesterol adalah molekul sejenis lipid yang ditemukan dalam aliran darah dan sel tubuh. Merupakam senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel. Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke.
Sifat-sifat minyak dipengaruhi oleh asam lemak penyusunnya, yaitu asam lemak jenuh (saturated fatty acid/SFA) dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid/UFA), yang terdiri atas mono-unsaturated fatty acid (MUFA) dan poly-unsaturated fatty acid (PUFA) atau high unsaturated fatty acid. Para ahli biokimia dan ahli gizi lebih mengenalnya dengan sebutan asam lemak tak jenuh Omega 3, Omega 6 dan Omega 9.
Penelitian lainnya menunjukkan bila kita mengkonsumsi PUFA (Omega 6) yang berlebihan tanpa diimbangi konsumsi Omega 3 memang dapat menurunkan LDL kolesterol, akan tetapi HDL kolesterol juga dilaporkan ikut mengalami penurunan. Bila keseimbangan antara Omega 3 dan Omega 6 terganggu, menyebabkan darah mudah menggumpal. Kedua hal ini tidak menguntungkan karena rasio LDL/HDL (Indeks penyakit jantungn koroner) yang menurun dan mudahnya darah menggumpal tidak dapat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, bahkan dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner.
Hasil riset Grundy pada tahun 1985 dan Mensink pada tahun 1987 menyatakan bahwa MUFA dapat menurunkan kolesterol (LDL-kolesterol) sehingga MUFA mulai mendapat perhatian. Salah satu jenis MUFA adalah Omega 9 (Oleat) yang berdasarkan penelitian pada 1992, 1998, 1999 dan 2000, menyimpulkan bahwa Omega 9 memiliki daya perlindungan yang mampu menurunkan LDL kolesterol darah, meningkatkan HDL kolesterol yang lebih besar dibanding Omega 3 dan Omega 6, lebih stabil dibandingkan dengan PUFA.
Hasil riset Grundy pada tahun 1985 dan Mensink pada tahun 1987 menyatakan bahwa MUFA dapat menurunkan kolesterol (LDL-kolesterol) sehingga MUFA mulai mendapat perhatian. Salah satu jenis MUFA adalah Omega 9 (Oleat) yang berdasarkan penelitian pada 1992, 1998, 1999 dan 2000, menyimpulkan bahwa Omega 9 memiliki daya perlindungan yang mampu menurunkan LDL kolesterol darah, meningkatkan HDL kolesterol yang lebih besar dibanding Omega 3 dan Omega 6, lebih stabil dibandingkan dengan PUFA.
Hal ini dapat dilihat dari masyarakat yang hidup di kawasan Mediteranian yang jarang ditemukan penderita jantung koroner karena tingginya konsumsi Omega 9 dan Omega 3. Sedangkan di kawasan barat (AS dan Eropa) konsumsi lemaknya memiliki rasio 10:1 (Omega 6, Omega 3), yang dianggap tidak sehat.
Berdasarkan penelitian dan kajian epidemilogi di atas, mulai terjadi perubahan pandangan dari konsumsi minyak kaya Omega 6 dan Omega 3 dengan kembali mengkonsumsi minyak yang berimbang yaitu 30% saturated fat, 40% MUFA (Omega 9) dan 30% PUFA (Omega 6 dan Omega 3).
Minyak Sawit
Minyak sawit ada yang berwarna jernih dan ada pula yang berwarna merah (red palm oil). Warna yang berbeda ini disebabkan karena pengolahannya yang berlainan. Dengan proses bleaching maka warna merah seolah-olah dipisahkan, sehingga produk minyak menjadi jernih. Padahal di dalam warna merah inilah terkandung banyak beta karoten.
Minyak sawit ada yang berwarna jernih dan ada pula yang berwarna merah (red palm oil). Warna yang berbeda ini disebabkan karena pengolahannya yang berlainan. Dengan proses bleaching maka warna merah seolah-olah dipisahkan, sehingga produk minyak menjadi jernih. Padahal di dalam warna merah inilah terkandung banyak beta karoten.
Klaim produk minyak sawit sebagai produk sehat telah banyak dilakukan penelitian mendasar, sehingga klaim unggulannya mempunyai dasar yang kuat. Meskipun minyak sawit mengandung Omega 9 cukup tinggi, kandungan asam lemak jenuhnya (palmitat) juga tinggi yaitu 40%. Namun, asam palmitat yang ada dalam minyak sawit mempunyai nilai positif karena dapat menurunkan kolesterol LDL.
Asam lemak Omega 9 dapat mencegah penyakit jantung koroner yang telah teruji secara laboratoris dan epidemilogis, di mana penelitian yang dilakukan selalu menggunakan minyak dengan kadar asam lemak jenuh yang rendah (sekitar 5%). Ada hasil riset yang menyatakan bahwa Omega 6 dalam bentuk tunggal memiliki sifat negatif karena berkaitan dengan peningkatan produksi eicosanoids (stimulan pertumbuhan tumor pada binatang percobaan). Namun dengan adanya Omega 9 dan Omega 3, dalam proporsi yang sesuai akan memiliki potensi memblokir produk senyawa eicosanoids tersebut, sehingga lagi-lagi peran Omega 9 dapat mencegah stimulasi negatif Omega 6.
Asam lemak Omega 9 dapat mencegah penyakit jantung koroner yang telah teruji secara laboratoris dan epidemilogis, di mana penelitian yang dilakukan selalu menggunakan minyak dengan kadar asam lemak jenuh yang rendah (sekitar 5%). Ada hasil riset yang menyatakan bahwa Omega 6 dalam bentuk tunggal memiliki sifat negatif karena berkaitan dengan peningkatan produksi eicosanoids (stimulan pertumbuhan tumor pada binatang percobaan). Namun dengan adanya Omega 9 dan Omega 3, dalam proporsi yang sesuai akan memiliki potensi memblokir produk senyawa eicosanoids tersebut, sehingga lagi-lagi peran Omega 9 dapat mencegah stimulasi negatif Omega 6.
Minyak sawit memiliki karakteristik asam lemak utama penyusunnya terdiri atas 35 – 40% asam palmitat, 38 – 40% oleat dan 6 – 10% asam linolenat serta kandungan mikronutriennya seperti karitenoid, tokoferol, tokotrienol dan fitosterol. Tokoferol atau Vitamin E merupakan suatu komponen lipid yang esensial terdiri dari selaput-selaput biologi yang saling berhubungan dengan radikal peroxyl yang berfungsi dalam mencegah perkembangan lipid peroxidan.
Tokoferol pertama kali ditemukan tahun 1922 sebagai salah satu faktor anti ketidak suburan (anti-infertilitas). Lebih lanjut dijelaskan oleh vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang terdiri dari campuran dan substansi tokoferol (a, b, g, dan d) dan tokotrienol (a, b, g, dan d), pada manusia a-tokoferol merupakan vitamin E yang paling penting untuk aktifitas biologi tubuh. Bentuk vitamin E ini dibedakan berdasarkan letak berbagai grup metil pada cincin fenil rantai cabang molekul dan ketidakjenuhan rantai cabang.
Sedangkan fitosterol adalah sterol yang terdapat dalam tanaman dan mempunyai struktur mirip kolesterol. Secara alami fitosterol dapat ditemukan di dalam sayuran, kacang-kacangan, gandum. Fitosterol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan cara menghambat penyerapan kolesterol di usus sehingga membantu menurunkan jumlah kolesterol yang memasuki aliran darah.
Di samping itu keunggulan minyak sawit sebagai minyak makan adalah tidak perlu dilakukan parsial hidrogenasi untuk pembuatan margarin dan minyak goreng (deep frying fat), trans-fatty acid rendah, dan unit cost murah.
Sedangkan fitosterol adalah sterol yang terdapat dalam tanaman dan mempunyai struktur mirip kolesterol. Secara alami fitosterol dapat ditemukan di dalam sayuran, kacang-kacangan, gandum. Fitosterol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan cara menghambat penyerapan kolesterol di usus sehingga membantu menurunkan jumlah kolesterol yang memasuki aliran darah.
Di samping itu keunggulan minyak sawit sebagai minyak makan adalah tidak perlu dilakukan parsial hidrogenasi untuk pembuatan margarin dan minyak goreng (deep frying fat), trans-fatty acid rendah, dan unit cost murah.
Minyak Kedelai
Dari tempointeraktif disebutkan bahwa para ilmuwan telah menemukan lemak jenuh, yang bisa ditemukan dalam makanan seperti krim, keju, dan mentega, buruk bagi jantung. Minyak kedelai pernah dilirik untuk menjadi pengganti yang lebih sehat . Tetapi minyak kedelai akan rusak bila dipanaskan. Selain itu juga harus melalui proses hidrogenasi agar minyak tetap stabil. Hidrogenasi ini membuat minyak memproduksi lemak trans.Lemak trans ini juga buruk dampaknya bagi jantung.
Dari tempointeraktif disebutkan bahwa para ilmuwan telah menemukan lemak jenuh, yang bisa ditemukan dalam makanan seperti krim, keju, dan mentega, buruk bagi jantung. Minyak kedelai pernah dilirik untuk menjadi pengganti yang lebih sehat . Tetapi minyak kedelai akan rusak bila dipanaskan. Selain itu juga harus melalui proses hidrogenasi agar minyak tetap stabil. Hidrogenasi ini membuat minyak memproduksi lemak trans.Lemak trans ini juga buruk dampaknya bagi jantung.
Kini, sebuah tim peneliti Universitas Missouri, Amerika Serikat, telah mengembangkan kedelai yang menghasilkan minyak yang secara alami rendah lemak jenuh dan trans.
Menurut Kristin Bilyeu, seorang peneliti pada Pusat Riset Pertanian USDA di Sekolah Pertanian, Makanan, dan Sumber Daya Alam Universitas Missouri. Timnya mencari minyak yang dampaknya baik bagi jantung dan layak secara ekonomi untuk dikembangkan.
Menurut Kristin Bilyeu, seorang peneliti pada Pusat Riset Pertanian USDA di Sekolah Pertanian, Makanan, dan Sumber Daya Alam Universitas Missouri. Timnya mencari minyak yang dampaknya baik bagi jantung dan layak secara ekonomi untuk dikembangkan.
Bilyeu menemukan, asam oleat yang merupakan komponen dalam minyak yang stabil dan bukan merupakan lemak jenuh. Asam ini tak perlu proses hidrogenasi, yang menciptakan lemak trans. Asam oleat merupakan komponen utama minyak zaitun, tetapi bukan merupakan suatu komponen utama dalam minyak kedelai. Minyak Zaitun terbukti baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. ”Kami berusaha mengembangkan kedelai yang menghasilkan asam oleat dalam kacang,” kata dia. Melalui prosedur penyerbukan alami, Bilyeu dan Grover Shannon, profesor ilmu tanaman di Universitas Missouri, mengembangkan minyak kedelai yang sangat tinggi kadar asam oleat, yang tak hanya stabil, tapi juga lebih sehat.
Pembiakan alami ternyata meningkatan kadar asam oleat dalam kacang dari 20 persen menjadi 80 persen dan menurunkan jumlah lemak jenuh dalam sebesar 25 persen. Selain itu, karena minyak yang baru lebih stabil dan tidak memerlukan proses hidrogenasi.
Selanjutnya dari penelitian ini akan diuji coba ditanam di iklim yang berbeda apakah kedelai ini akan membuahkan hasil ekonomis yang sama. Hasil sementara terlihat menjanjikan.
Menurut Bilyeu, produk sampingan dari penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga menarik bagi pasar biodiesel. Tingginya jumlah asam oleat memberikan minyak kedelai karakteristik tertentu yang membuat itu baik untuk biodiesel.
Dari indobic.or.id diberitakan minyak kedelai dengan tingkat asam oleat yang lebih tinggi menjadi lebih sehat karena menghilangkan kebutuhan hidrogenasi yang menciptakan lemak trans. Pioneer Hi-Bred berharap menjadikan produk ini tersedia bagi konsumen sebagai Plenish ™ di tahun 2012. Tanaman biotek tersebut juga telah mengurangi 20 persen lemak jenuh melebihi komoditas minyak kedelai.
Plenish ™ diharapkan menerima persetujuan regulator AS akhir tahun ini, menjalani uji minyak dan uji coba lapangan pada tahun 2011, dan akhirnya dikomersialisasikan pada tahun 2012. “Perbaikan kualitas minyak tersebut hanya merupakan separuh dari tantangan. Kita juga harus mengembangkan varietas oleat tinggi yang menghasilkan sama seperti kedelai konvensional sehingga para pengusaha akan berkeinginan menanam mereka,” ujar ilmuwan peneliti Susan Knowlton. “Kami sangat senang dengan apa yang telah kita lihat sejauh ini bagi kualitas dan hasil minyak dalam uji lapangan.”
Dari indobic.or.id diberitakan minyak kedelai dengan tingkat asam oleat yang lebih tinggi menjadi lebih sehat karena menghilangkan kebutuhan hidrogenasi yang menciptakan lemak trans. Pioneer Hi-Bred berharap menjadikan produk ini tersedia bagi konsumen sebagai Plenish ™ di tahun 2012. Tanaman biotek tersebut juga telah mengurangi 20 persen lemak jenuh melebihi komoditas minyak kedelai.
Plenish ™ diharapkan menerima persetujuan regulator AS akhir tahun ini, menjalani uji minyak dan uji coba lapangan pada tahun 2011, dan akhirnya dikomersialisasikan pada tahun 2012. “Perbaikan kualitas minyak tersebut hanya merupakan separuh dari tantangan. Kita juga harus mengembangkan varietas oleat tinggi yang menghasilkan sama seperti kedelai konvensional sehingga para pengusaha akan berkeinginan menanam mereka,” ujar ilmuwan peneliti Susan Knowlton. “Kami sangat senang dengan apa yang telah kita lihat sejauh ini bagi kualitas dan hasil minyak dalam uji lapangan.”
Minyak Sawit vs Minyak Kedelai
Indonesia Voice.com menyebutkan persaingan perdagangan minyak sawit dengan minyak kedelai benar-benar menjadi tidak sederhana. Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia yang memproduksi minyak sawit harus bersaing dengan Eropa yang memproduksi minyak kedelai untuk merebut pasar yang sama, yaitu pasar minyak nabati. Tentunya pada segmen pasar yang sama. Pada masa yang akan daang produksi minyak nabati CPO dari Indonesia dan Malaysia mampu menguasai 25 persen pangsa pasar minyak nabati dunia.
Hal ini sangat mengkhatirkan Eropa. Uni Eropa berusaha untuk menyelamatkan minyak kedelai yang semakin lama semakin tergerus dengan produk minyak sawit. Apalagi diketahui bahwa minyak sawit terdapat unsur bahan transgenik yang belum dapat dipertanggungjawabkan keamanannya. Selain itu untuk memproduksi suatu volume yang sama minyak kedelai membutuhkan lahan yang luas.
Indonesia Voice.com menyebutkan persaingan perdagangan minyak sawit dengan minyak kedelai benar-benar menjadi tidak sederhana. Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia yang memproduksi minyak sawit harus bersaing dengan Eropa yang memproduksi minyak kedelai untuk merebut pasar yang sama, yaitu pasar minyak nabati. Tentunya pada segmen pasar yang sama. Pada masa yang akan daang produksi minyak nabati CPO dari Indonesia dan Malaysia mampu menguasai 25 persen pangsa pasar minyak nabati dunia.
Hal ini sangat mengkhatirkan Eropa. Uni Eropa berusaha untuk menyelamatkan minyak kedelai yang semakin lama semakin tergerus dengan produk minyak sawit. Apalagi diketahui bahwa minyak sawit terdapat unsur bahan transgenik yang belum dapat dipertanggungjawabkan keamanannya. Selain itu untuk memproduksi suatu volume yang sama minyak kedelai membutuhkan lahan yang luas.
Eropa dan Amerika tidak cocok untuk menanam sawit. Sehingga minyak nabati AS dan Eropa mengandalkan minyak kedelai dan minyak sayur lainnya yang menjadi produk andalan petani Eropa dan Amerika. Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun. Kondisi seperti ini ada di Asia Teneggara.
Banyak alasan mengapa minyak sawit lebih layak menggantikan minyak kedelai dan minyak sayur lainnya. Tanaman kedelai adalah adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti minyak nabati, kecap, tahu, dan tempe. Tanaman sejenis ini tidak produktif untuk memproduksi oksigen, sedangkan kepala sawit sangat rakus menhisap karbon dan memproduksi oksigen. Sehingga untuk mendapatkan minyak kedelai tidak seekonomi minyak sawit. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kelapa sawit tumbuh lebih baik di Malaysia dan Indonesia akibat pasokan sinar matahari yang relatif lebih banyak.
Ongkos produksi minyak sawit yang lebih rendah mengakibatkan minyak kedelai tidak mampu bersaing. Secara kualitas minyak sawit lebih unggul dari minyak kedelai. Kandungan Trans Fatty Acid (TFA) yang berbahaya bagi kesehatan yang ditemukan di minyak kedelai telah mendorong konsumen beralih ke minyak sawit yang bebas TFA.
Harga yang lebih mahal dan keamanan yang belum dapat dipertanggungjawabkan pada minyak kedelai inilah yang menyebabkan pasar lebih tertarik untuk membeli minyak sawit yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Tidak dapat dihindari, dominasi minyak kedelai akhirnya tergeser oleh minyak sawit. Pada tahun 2004 produksi dan konsumsi minyak sawit melampaui volume minyak kedelai, 2 tahun lebih cepat dari perkiraan semula.
Harga yang lebih mahal dan keamanan yang belum dapat dipertanggungjawabkan pada minyak kedelai inilah yang menyebabkan pasar lebih tertarik untuk membeli minyak sawit yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Tidak dapat dihindari, dominasi minyak kedelai akhirnya tergeser oleh minyak sawit. Pada tahun 2004 produksi dan konsumsi minyak sawit melampaui volume minyak kedelai, 2 tahun lebih cepat dari perkiraan semula.
Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa minyak sayur dari CPO terbukti tidak membahayakan kesehatan. Tanaman kelapa sawit dijamin tidak merusak lingkungan. Kampanye negative Uni Eropa tidaklah tulus untuk memerangi pemanasan global tetapi justru jahat dan akan memicu penanaman pertanian kedelai yang tidak memiliki kemampuan menghasilkan oksigen, dan justru menghabiskan lahan hutan.
Pada tahun 2015 Indonesia akan menjadi penghasil minyak nabati terbesar di dunia, dengan proyeksi produksi minimal 17 juta ton per tahun. Sawit memiliki potensi ekonomi yang besar bagi Indonesia. Mana yang akan anda pilih? Semuanya berpulang kepada anda sebagai konsumen.
Pada tahun 2015 Indonesia akan menjadi penghasil minyak nabati terbesar di dunia, dengan proyeksi produksi minimal 17 juta ton per tahun. Sawit memiliki potensi ekonomi yang besar bagi Indonesia. Mana yang akan anda pilih? Semuanya berpulang kepada anda sebagai konsumen.
Diberdayakan oleh Blogger.





