• Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum

    Etiam tincidunt lobortis massa et tincidunt. Vivamus commodo feugiat turpis, in pulvinar felis elementum vel. Vivamus mollis tempus odio, ac imperdiet enim adipiscing non. Nunc iaculis sapien at felis posuere at posuere massa pellentesque. Suspendisse a viverra tellus. Nam ut arcu et leo rutrum porttitor. Integer ut nulla eu magna adipiscing ornare. Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum? Quisque ...

  • Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin

    Proin ac leo eget nibh interdum egestas? Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin! Integer sollicitudin, justo non posuere condimentum, mauris libero imperdiet urna, a porttitor metus lorem ac arcu. Curabitur sem nulla, rutrum ut elementum at, malesuada quis nisl. Suspendisse potenti. In rhoncus ipsum convallis mauris adipiscing aliquam. Etiam quis dolor sed orci vestibulum venenatis auctor non ligula. Nulla ...

  • Nam ullamcorper iaculis erat eget suscipit.

    Etiam ultrices felis sed ante tincidunt pharetra. Morbi sit amet orci at lorem tincidunt viverra. Donec varius posuere leo et iaculis. Pellentesque ultricies, ante at dignissim rutrum, nisi enim tempor leo, id iaculis sapien risus quis neque. Ut sed mauris sit amet eros tincidunt adipiscing eu vitae lectus. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos ...

Twitter

Tampilkan postingan dengan label Geology. Tampilkan semua postingan


diamond_stoneBerlian adalah abadi, itu kata banyak orang. Ternyata tidak semua bahan mineral bisa bertahan abadi. Faktanya, sekitar dua pertiga dari 4300 mineral di bumi hari ini melalui proses biologi. Setidaknya demikian menurut Robert M. Hazen, pakar geologi dari Carnegie Institution in Washington, D.C. Bersama tujuh rekannya, Hazen mengidentifikasi adanya tiga fase evolusi mineral.
Fase pertama dimulai pada lebih daru 4,55 miliar tahun silam, saat sistem tata surya mulai berkembang. Elemen-elemen kimianya datang bersamaan, membentuk sekitar 250 mineral sederhana yang bertabrakan menjadi planet-planet. Di bumi, fase kedua terjadi antara periode 4,55 hingga 2,5 miliar tahun lampau, dimulai saat terjadi tabrakan yang membentuk bulan. Suhu dan tekanan bumi sangat bervariasi. Saat itu juga lempengan tektonik mulai muncul, kandungan air dan karbon dioksida membantu penyebaran elemen-elemen. Perubahan ini memungkinkan terjadinya evolusi 1250 mineral baru.
Evolusi Darwin
Akhirnya, fase ketiga terjadi, selama 2,5 miliar tahun terjadi proses biologi -terutama fotosintesis- yang memengaruhi munculnya komposisi mineral dengan adanya proses oksigenisasi di atmosfer. “Mineral seperti malasit, turquoise, dan 3000 mineral lain terbentuk hanya di planet uang hidup,” jelas Hazen.
Evolusi mineral berbeda dengan evolusi yang dijelaskan Darwin, melainkan lebih sederhana. Kemajemukan mineral yang ada hari ini di bumi adalah hasil dari penguraian proses biologi dan fisika. Detail studi ini dihadirkan secara lengkap di jurnal terbaru American Mineralogist.


Kenapa ya musim berbeda-beda? Kenapa kadang panas, kadang turun salju, kadang hujan, kadang kering? Sumbu rotasi bumi dengan kemiringan sebesar 23,5° saat mengelilingi matahari (revolusi) menyebabkan perbedaan pancaran sinar matahari yang diterima oleh berbagai tempat di bumi. Akibatnya terjadi perbedaan lamanya siang, malam dan pergantian musim.
Pancaran matahari yang diterima oleh bumi berubah secara periodik melalui tiga zona yaitu tropic of cancer (daerah yang dilalui garis lintang utara ±23,5°), equator (daerah yang dilalui garis lintang 0°), dan tropic of capricorn (daerah yang dilalui garis lintang selatan ±23,5°). Negara kita merupakan salah satu contoh negara yang dilintasi oleh garis equator. India, Saudi Arabia dan Meksiko merupakan contoh negara yang dilewati oleh tropic of cancer, sedangkan contoh daerah yang dilewati tropic of capricorn adalah Afrika Selatan, Quensland (Australia) dan Argentina.
1/22 Juni, Summer solstice. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah tropic of cancer. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere seperti eropa dan amerika akan mengalami musim panas (summer) sedangkan daerah selatan hemisphere seperti Australia bagian tengah dan selatan mengalami musim dingin (winter). Lamanya waktu siang di daerah utara lebih besar dibanding daerah selatan. Makin ke utara, waktu siang akan semakin panjang, puncaknya di kutub utara yang terang sepanjang hari sedangkan kutub selatan gelap sepanjang hari.
22/23 September, Autumn equinox. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah equator. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim gugur (autumn) karena suhu lebih rendah dibanding periode sebelumnya akibat berkurangnya pancaran sinar matahari, sedang daerah selatan mengalami musim semi (spring). Bagi mereka yang tinggal di eropa, pada tanggal tertentu waktu akan diperlambat satu jam (saving day light) karena malam akan berangsur angsur menjadi lebih lama dan akan mencapai puncaknya pada periode selanjutnya, musim dingin (winter). Tahun ini perubahan waktu tersebut dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2008.
21/22 Desember, Winter solstice. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah tropic of capricorn. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim dingin (winter) sedangkan daerah selatan hemisphere mengalami musim panas (summer). Lamanya waktu siang di daerah selatan lebih besar dibanding daerah utara. Makin ke utara, waktu malam akan semakin lama, puncaknya di kutub utara yang gelap sepanjang hari, sedangkan kutub selatan terang sepanjang hari.
21/22 Maret, Spring equinox. Pancaran sinar matahari akan membentuk sudut 90° pada daerah equator. Pada kondisi ini daerah utara hemisphere akan mengalami musim semi (spring) karena adanya kenaikan suhu dibanding periode sebelumnya, sedang daerah selatan hemisphere mengalami musim gugur (autumn). Kebalikan dari Autumn equinox, waktu akan dipercepat satu jam karena siang akan berangsur angsur menjadi lebih lama dan akan maksimal pada musim panas (summer). Perubahan jam selanjutnya akan dilakukan pada 23 Maret 2009.


Sejarah bumi tak bisa lepas dari proses evolusi. Manusia dan bumi sebagai habitatnya, tidak dapat dipisahkan. Jadi ketika kita ingin mempelajari asal muasal manusia, mau tak mau harus memahami sekilas ilmu bumi juga.
Untuk soal dimensi atau satuan waktu coba bandingkan usia Homo Floresiensis yang diperkirakan hidup 18 ribu tahun lalu dengan usia bumi yang diperkirakan 4,6 miliar tahun. Homo floresiensis ini diketemukan di Gua Liang Bua tahun 2003 Flores, Indonesia. Dan barusan diumumkan sebagai mahluk hidup yg berbeda spesies dengan manusia saat ini.
Bayangkan Homo Floresiensis (manusia kerdil di Flores) ini baru berusia 18 000 tahun, sedangkan usia bumi 4. 600.000.000.000 tahun.Bagi yang suka mendalami sains, bayangkan betapa lambatnya dan pelannya proses evolusi ini berjalan. Sebuah proses ‘ilusi waktu‘ yg tidak mudah diungkap dan diterima setiap orang begitu saja. Bagi yg suka agama, Tuhan menciptakan alam ini dengan sangat lama dan berhati-hati, jadi kita perlu menjaga.
Evolusi adalah sebuah teori ilmiah tentang perkembangan mahluk hidup. Ketika ada yang bertanya apakah berarti manusia dari kera ? Mestinya langsung ngamuk-ngamuk. Untuk belajar tentang evolusi dari ilmu geologi lebih baik dimulai dari pengenalan jaman-ja,an serta dimensi waktu geologi dulu.
Sejarah Bumi
Bumi tempat segenap makhluk hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira 4. 600.000.000 tahun lalu bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.
Sejarah kehidupan di bumi baru dimulai sekitar 3.500.000.000 tahun lalu dengan munculnya mikro-organisma sederhana yaitu bakteri dan ganggang. Kemudian pada 1.000.000.000 tahun lalu baru muncul organisme bersel banyak.
Pada sekitar 540.000.000 tahun lalu secara bertahap kehidupan yang lebih komplek mulai berevolusi. Perkembangan perubahan tetumbuhan diawali oleh Pteridofita (tumbuhan paku), Gimnosperma (tumbuhan berujung) dan terakhir Angiosperma (tumbuhan berbunga).
Sedangkan perkembangan dan perubahan hewan dimulai dari invertebrata, ikan, ampibi, reptil, burung dan terakhir mamalia, kemudian terakhir kali muncul manusia.
Kalau dalam ilmu sejarah kita mengenal jaman-jaman dengan nama-nama khususnya. Misal Jaman Batu, Jaman Majapahit, Trus ada yang membagi lagi dengan Kala, Masa dan sebagainya. Dalam ilmu geologi juga mirip. Ada yg disebut “jaman“, “kala“, “periode” dan sebagainya.
Kalender Geologi dapat dilihat seperti dibawah ini :
Pembahasan mengenai masa-masa yang pernah dialami manusia akan dibahas di tulisan selanjutnya.

Diberdayakan oleh Blogger.