• Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum

    Etiam tincidunt lobortis massa et tincidunt. Vivamus commodo feugiat turpis, in pulvinar felis elementum vel. Vivamus mollis tempus odio, ac imperdiet enim adipiscing non. Nunc iaculis sapien at felis posuere at posuere massa pellentesque. Suspendisse a viverra tellus. Nam ut arcu et leo rutrum porttitor. Integer ut nulla eu magna adipiscing ornare. Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum? Quisque ...

  • Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin

    Proin ac leo eget nibh interdum egestas? Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin! Integer sollicitudin, justo non posuere condimentum, mauris libero imperdiet urna, a porttitor metus lorem ac arcu. Curabitur sem nulla, rutrum ut elementum at, malesuada quis nisl. Suspendisse potenti. In rhoncus ipsum convallis mauris adipiscing aliquam. Etiam quis dolor sed orci vestibulum venenatis auctor non ligula. Nulla ...

  • Nam ullamcorper iaculis erat eget suscipit.

    Etiam ultrices felis sed ante tincidunt pharetra. Morbi sit amet orci at lorem tincidunt viverra. Donec varius posuere leo et iaculis. Pellentesque ultricies, ante at dignissim rutrum, nisi enim tempor leo, id iaculis sapien risus quis neque. Ut sed mauris sit amet eros tincidunt adipiscing eu vitae lectus. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos ...

Twitter

Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan


Jangan lupa untuk memperluas jejaring, untuk memudahkan Anda mendapatkan informasi mengenai karier yang Anda impikan.

    Bosan dengan bidang pekerjaan Anda yang lama? Tak tahan dengan tekanan yang diperoleh di perusahaan? Atau sekadar ingin mencoba tantangan yang baru?
    Memang banyak orang yang mengundurkan diri dari perusahaannya, lalu memilih bidang pekerjaan yang sama sekali berbeda. Bagaimanapun juga, kita memang membutuhkan tantangan terus-menerus untuk membuat diri kita lebih bersemangat, dan terus berkembang. Jadi, tak ada salahnya bila Anda berganti profesi: dari sekretaris menjadi wartawan, dari public relations officer menjadi peneliti, dan lain sebagainya.

    Namun, mengubah karier membutuhkan pemikiran yang matang, dan kemauan kuat untuk belajar. Maka jika Anda merasa berganti profesi memang perlu Anda lakukan, berikut enam langkah untuk mulai mencapainya.

    1. Ciptakan daftar karier yang paling membuat Anda berminat. Pastikan untuk melakukan riset untuk mengetahui seluk-beluk pekerjaan ini. Yang paling mudah, misalnya, standar gajinya. Selain itu, apa tugas-tugas Anda, apakah mengharuskan Anda untuk banyak melakukan perjalanan, apa tantangan terbesar dari pekerjaan tersebut, atau bagaimana potensi bidang ini untuk karier Anda.

    2. Lakukan pencarian lowongan kerja berdasarkan daftar yang Anda buat. Beri penekanan pada pekerjaan yang tampak paling banyak dicari daripada lainnya, dan coret jenis pekerjaan yang tampaknya tidak akan cukup berkembang.
    3. Pilih daftar bidang pekerjaan yang sudah Anda jadikan pilihan utama, lalu pertimbangkan kapan Anda akan memulai karier yang baru ini. Beberapa pekerjaan mungkin akan membutuhkan training singkat, yang bisa Anda lakukan sebelum mulai bekerja, atau sesudahnya. Banyak sekali bidang yang membutuhkan training atau kursus, beberapa di antaranya adalah:

    * Paralegal. Yang disebut asisten legal atau paralegal sebenarnya ada di semua departemen legal di perusahaan. Tugasnya antara lain menganalisa berbagai kebijakan pemerintah untuk perusahaan. Namun bila yang Anda maksud adalah paralegal di kantor-kantor pengacara, maka Anda bertugas untuk men-support para pengacara. Misalnya, mengumpulkan informasi atau melakukan penelitian mengenai klien atau pihak yang digugat klien.

    * Pasar modal. Baik stock investor berpengalaman maupun investor saham pemula bisa mengikuti kursus saham seperti yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia. Materi investasi pasar modal diberikan untuk kelas basic, intermediate, sampai advance. BEI juga membuka kursus saham khusus untuk perempuan.
    * Marketing. Banyak aspek dari bidang pemasaran yang bisa Anda pelajari, seperti integrated marketing communication, marketing research, marketing strategy, dan lain sebagainya. Beberapa perusahaan konsultan bisnis yang memiliki program ini di antaranya i-COACH, atau MarkPlus & Co.
    * Penerjemahan. Anda tentu tahu, tidak sembarang orang bisa menjadi penerjemah. Untuk menjadi penerjemah yang menguasai tata bahasa, pendekatan bahasa budaya, dan bahasa nalar, Anda harus menguasai teknik-tekniknya. Salah satu lembaga pendidikan penerjemah yang menawarkan program ini adalah Hapsa et Studia, yang terletak di Gedung Widya Dharma Artha, jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
    Masih banyak workshop yang bisa Anda ikuti, sesuai bidang pekerjaan yang Anda incar.

    4. Kini Anda telah mengikuti kursus bidang Anda yang pertama. Tetapi, tugas Anda belum selesai. Selain menerima semua pengetahuan yang Anda butuhkan, Anda juga perlu menjalin hubungan atau networking dengan rekan-rekan dan instruktur di kelas Anda. Siapa yang tahu Anda bisa mendapatkan informasi pekerjaan dari mereka? Bila prestasi Anda cukup baik, bisa jadi instruktur Anda menawarkan pekerjaan langsung untuk Anda.

    5. Mulailah membuat lamaran pekerjaan. Perbarui CV yang lama, dan sampaikan objective Anda, mengapa Anda ingin mengubah haluan. Berlatihlah untuk menjual diri Anda, mengenai minat dan pencapaian yang telah Anda lakukan. Lalu, bersiaplah untuk mulai bekerja!


    Dalam kondisi sulit, Anda perlu berpikir positif.

      Salah satu risiko menjadi pegawai, yang suka tak suka harus siap diterima, adalah kehilangan kontrak kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketika situasi ini terjadi pada Anda, jangan pernah menyalahkan diri sendiri, apalagi Anda telah berupaya memberikan kontribusi terbaik. Bersiaplah menghadapi situasi yang tak menyenangkan ini dengan berpikir positif sekaligus meyakinkan diri, Anda tetap mampu kembali berkarya.

      1. Terkena PHK bukan berarti Anda pecundang 
      Keputusan PHK bukan didasarkan pada penilaian bahwa Anda tidak berguna. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri saat Anda masuk daftar pegawai yang terkena PHK. Tak ada yang salah dengan Anda. Anda adalah makhluk yang spesial dan unik. Yakini hal ini sebagai bagian dari diri Anda.

      2. PHK problemnya ada pada perusahaan Anda
      Perusahaan tak mampu menyelenggarakan bisnis dengan baik serta tidak mampu memberikan manfaat bagi usaha dan produktivitas pegawainya. Ketidakmampuan perusahaan inilah yang menyebabkan pemilik usaha harus memangkas karyawannya. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena PHK. Jika ingin menyalahkan pihak lain sebagai proses pemulihan diri dari kekecewaan, tujukkan saja pada kalangan eksekutif di perusahaan yang masih saja mendapat gaji besar di saat perusahaan terpuruk secara finansial. Banyak contoh menjadi bukti, bagaimana perusahaan besar bangkrut dan lebih mengorbankan karyawan melalui PHK untuk menyelamatkan bisnisnya.

      3. Menerima keadaan dan kembali bangkit
      Sikap menerima kondisi terburuk dalam karier dan pekerjaan akan memudahkan Anda mengatasi keadaan sulit ini. Pahamilah, Anda, sebagai pegawai, tak memiliki wewenang untuk membuat keputusan dalam mempertahankan posisi. Keputusan perusahaan untuk memangkas jumlah karyawan dipengaruhi birokrasi korporasi, termasuk di dalamnya motivasi politik dari orang-orang yang punya kuasa. Saat PHK menjadi pilihan perusahaan, terimalah kenyataan pahit ini, berikan waktu dan perhatian untuk diri sendiri, lalu lanjutkan hidup Anda.

      4. Manfaatkan uang pesangon
      Saat memutuskan PHK, kebanyakan perusahaan akan memberikan uang pesangon. Anda berhak bersikap aktif atas hak tenaga kerja ini. Setelah mendapatkan uang pesangon, persiapkan diri untuk memanfaatkan dana ini dalam melewati masa transisi. Apa pun keputusan Anda di kemudian hari, pastikan uang ini bermanfaat untuk pengembangan diri Anda. Apakah digunakan sebagai dana cadangan sambil menunggu diterima bekerja di perusahaan lain? Atau Anda manfaatkan untuk menjalani bisnis yang telah lama Anda idamkan? Pastikan uang ini dimanfaatkan dengan terencana.

      5. Posisi Anda lebih baik daripada mereka yang dipertahankan
      Cobalah untuk selalu melihat sisi positif dari setiap kondisi yang Anda alami. Jika harus membandingkan, karyawan yang dipertahankan tak lebih baik kondisinya dengan Anda. Tekanan kerja dan tumpukan tugas yang harus dijalankan lebih berat lantaran jumlah pekerja yang berkurang dengan kapasitas tugas yang sama. Anda terbebas dari tugas ini dan lebih leluasa mencari peluang lain yang bisa meningkatkan pendapatan dan karier Anda.

      6. Anda memiliki kemampuan, pengetahuan, dan talenta
      Status karyawan memang tak lagi di tangan. Namun, Anda masih memiliki aset berharga, kemampuan, pengetahuan, dan talenta. Dengan aset penting inilah, Anda bisa mencari peluang lain yang jauh lebih menyejahterakan. Kemampuan, talenta, pengalaman, pengetahuan, etos kerja, integritas, dan kemampuan diri menjadi kekuatan diri Anda untuk mendapatkan lingkungan kerja yang lebih bernilai dan memberikan manfaat bagi orang lain. Semakin bermanfaat diri Anda, semakin tinggi reward yang akan Anda terima.

      7. Manfaatkan kondisi ini untuk meningkatkan kualitas hidup
      Kehidupan Anda boleh saja terpuruk dan menjadi semrawut karena PHK. Namun, di sisi lain, Anda tengah diberikan waktu dan kesempatan untuk meningkatkan kembali kualitas kehidupan personal, hubungan dengan keluarga, dan juga karier Anda nantinya. Anda perlu mensyukuri kesempatan ini karena dengan begitu Anda bisa mengambil alih kembali kehidupan Anda. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan emas ini.

      8. Waktunya mengatur kembali kehidupan personal dan karier
      Manfaatkan peluang emas ini untuk menata kembali masa depan. Untuk memotivasi diri, visualisasikan kehidupan yang sejahtera dan Anda nikmati di masa mendatang. Dengan demikian, Anda akan terdorong untuk menyusun rencana dan target sesuai keinginan. Segalanya mungkin. Jadi bebaskan imajinasi Anda. Kejar apa yang menjadi minat dan prioritas Anda. Ikuti intuisi dan maksimalkan potensi diri. Kehidupan karier dan personal Anda akan lebih harmonis. Anda akan menjalani apa yang paling Anda inginkan dalam hidup. Momen ini disebut sebagai waktunya meraih keseimbangan hidup. Di masa inilah Anda bisa menikmati diri sendiri, karier, pekerjaan, dan hubungan keluarga.

      9. Mencari dukungan dari orang lain
      Tak mudah menjalani masa transisi sejak terkena PHK hingga nantinya beraktivitas kembali. Perasaan kesepian bisa jadi melanda. Anda harus segera mengatasi situasi tak mengenakkan ini. Banyak orang di sekitar Anda yang peduli. Yang perlu Anda lakukan adalah memintanya membantu Anda. Pencapaian Anda hingga saat ini tak lepas dari dukungan orang lain di sekitar Anda. Jalinlah komunikasi yang baik dengan orang-orang yang telah memberikan semangat dan motivasi, termasuk saat keadaan Anda terpuruk.

      10. Pilih orang yang tepat untuk mendukung Anda
      Bagaimanapun, setiap orang membutuhkan dukungan atau motivasi membangun dari orang lain di sekitarnya. Saat Anda terpuruk karena PHK, dan sedang mencoba bangkit lagi, pilih orang yang bisa diajak bicara untuk membangun potensi diri. Anda membutuhkan orang yang tepat untuk menggali passion, keinginan, keyakinan, dan potensi diri. Sikap obyektif dan jujur dari teman bicara Anda sangat dibutuhkan.


      Keyakinanlah yang memberi kekuatan untuk mengambil risiko, bertindak dan membuat keputusan.

      Mari kita melakukan refleksi diri sejenak. Apakah Anda termasuk orang yang yakin bahwa tahun ini pekerjaan, keluarga, ekonomi, sosial, dan politik akan menjadi lebih baik? Atau, sebaliknya meyakini bahwa situasi akan semakin sulit dan bertambah sulit?
      Kita tahu namun seringkali lupa betapa keyakinan akan mempengaruhi hal-hal yang terjadi pada diri kita. Orang yang meyakini  bahwa dirinya memiliki hal-hal positif pada dirinya, pasti melihat masa depan dengan lebih optimis dan bersemangat, ketimbang orang yang meyakini bahwa dirinya memiliki kualitas bodoh atau malas. Sadarkah kita bahwa keyakinan adalah bahan penting dalam ramuan pengembangan pribadi kita? Bagaimana keyakinan kita terhadap kinerja perusahaan, kebijakan yang dibuat pimpinan kita, kebijakan pemerintah, serta aksi politik para pejabat? Perlukah kita memupuk keyakinan?

      Semua tingkah laku kita dilatarbalakangi oleh tumpukan keyakinan yang kita pegang. Ketika belajar melompat dari papan 4 meter di kolam renang, kita yakin bahwa kita akan selamat, bahkan menikmati pengalaman tersebut. Saat memilih sekolah, kita tentu mengikuti keyakinan bahwa sekolah tersebut akan memberi bekal ilmu yang kita butuhkan. Begitu pula saat memilih karyawan, juga pemimpin.
      Kita tentu memilih seorang karyawan atau pemimpin karena keyakinan kita bahwa ia memiliki kualitas-kualitas diri positif yang akan bisa membawa kemajuan bagi organisasi, juga bangsa. Keyakinanlah yang memberi kekuatan untuk mengambil risiko, bertindak dan membuat keputusan. Keyakinan terkadang bekerja seperti “magic”. Saat kita sakit, kemudian pergi ke dokter langganan, seringkali kita langsung merasa sembuh meskipun belum diperiksa.
      Hanya dengan keyakinan positif kita berani menggantungkan nasib kita kepada banyak orang di sekitar kita, seperti supir taksi, guru sekolah, penjual makanan, karyawan, dan pemerintah. Mengapa kita tidak terus mengembangkan dan menularkan keyakinan positif pada diri kita dan lingkungan kita, jika kita mengetahui bahwa keyakinan positif akan membawa kebaikan bagi kita semua?

      Dampak keyakinan
      Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya. Belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru. Banyak keyakinan yang salah, padahal sudah dianut oleh manusia selama berabad-abad. Ketika Columbus mengungkapkan bahwa bumi itu bulat, semua orang pada masa itu mencemooh. Belakangan baru kita ketahui kebenaran dari apa yang diyakini oleh Columbus.
      Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar -atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Berarti, keyakinan yang kita miliki juga harus senantiasa dievaluasi dan diuji agar tidak menyesatkan dan menjerumuskan kita ke dalam sikap, tindakan, dan pengambilan keputusan yang keliru.

      Banyak orang mempertahankan sistem pembayaran tradisional karena tidak meyakini penggunaan e-banking atau bahkan m-banking. Keyakinan yang sifatnya emosional ini bahkan bisa memengaruhi orang saat bekerja. Bila seseorang yakin bahwa hitungannya sering salah, maka ia melakukan penghitungan berulang-ulang. Sebaliknya orang yang yakin bahwa ia telah bekerja dengan hati-hati dan menghasilkan hitungan yang benar, bisa menghemat banyak waktu karena tidak perlu selalu melakukan kerja ulang. Oleh sebab itu, perubahan perlu dilakukan tidak sebatas level tindakan, tapi mulai dari keyakinan yang paling dalam.

      Bagaimana dengan keyakinan kita dalam berprofesi? Di universitas, tak jarang para senior menularkan sikap skeptis yang mempertanyakan alat, teori, bahkan praktik yang akan diimplementasikan. Hal ini tentunya wajar, asalkan berakhir pada keyakinan berprofesi yang tepat dan berguna. Namun, sangat menyedihkan bila melihat banyak profesi yang ditinggalkan para sarjananya, karena tidak yakin akan manfaatnya, baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi. Bukankah hal ini berdampak sangat besar sehingga bisa mematikan industri? Universitas memang perlu menjadi lembaga di mana keyakinan berprofesi tumbuh subur, namun individu pun mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan keyakinan tentang apa yang dilakukannya, berlatih sampai kemudian menjadi ahli dan piawai.

      Keyakinan positif adalah pilihan
      Kita seringkali dihadapkan pada situasi yang tidak bisa kita pilih. Kita tidak bisa dengan mudah memilih untuk pindah ke kota lain. Kita tidak bisa dengan mudah memilih untuk ganti pekerjaan. Kita juga seringkali tidak bisa leluasa memilih rekan kerja, klien, ataupun atasan kita. Tetapi, kita perlu ingat bahwa kita bisa memilih emosi kita, apalagi keyakinan. Begitu kita menanamkan keyakinan, kita akan berfokus pada apa yang bisa dikerjakan dan apa yang mungkin terjadi. Saat kita menumbuhkan keyakinan positif, hambatan dan penyimpangan akan kita hayati sebagai bagian dari tantangan. Pendapat kita bisa dianggap remeh atasan, bisa juga tidak disetujui. Namun bila kita memiliki keyakinan bahwa ide dan pendapat kita bertujuan baik dan bermanfaat, tentu kita bisa bertahan, tetap tegar, dan bersikap positif.

      Sangat disayangkan melihat dalam banyak situasi masyarakat kita tumbuh dalam sikap skeptis. Tidak jarang kita mendengar ada orang yang mengungkapkan keyakinan negatif, misalnya “Tidak ada orang jujur yang bekerja di lembaga-lembaga tertentu”,  atau, “Setiap petugas hanya akan memberi servis bagus, bila diberi uang pelicin”, atau, “Setiap proyek perbaikan ujung-ujungnya menjadi ajang korupsi dan tidak mungkin berhasil.”
      Bisa kita bayangkan betapa kesalnya kita, kalau menjadi pembuat program atau penerima tanggung jawab yang belum-belum sudah tidak mendapat restu dari masyarakat atau calon pengguna program. Sikap skeptis dan tanpa keyakinan ini tentu saja sangat berbahaya. Bila kita dari awal sudah tidak mendukung perubahan, tidak meyakini jalan keluar, bahkan menunjukkan sikap berlawanan, bayangkan apa yang akan terjadi?
      Keyakinan negatif, perlahan tapi pasti menggerogoti keinginan untuk berubah. Bisa jadi, di sinilah sumber kegagalan kita dalam mencanangkan perubahan. Bila kita bertanya-tanya, mengapa situasi tidak berubah, bahkan bertambah buruk, seharusnya kita bertanya pada diri kita sendiri dulu, apakah kita mendukung dan menanamkan keyakinan positif untuk mewujudkan perubahan?

      (Eileen Rachman & Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)


      Berhasil menjalani profesi baru dengan menikmatinya.

        Setiap individu memiliki potensi besar yang bisa digali. Jangan heran jika melihat selebriti memiliki banyak peran dan profesi sekaligus. Sebagai penyanyi, bintang film, presenter, semua bisa. Bukan sekadar mencuri peluang dan memanfaatkan kesempatan saja penyebabnya, tetapi juga mengembangkan diri dengan melihat kapasitas dan kemampuan diri. 

        Pesinetron Vira Yuniar (29) memilih untuk mengembangkan dirinya tak hanya dengan bermain sinetron. Vira juga melakoni seni peran di atas panggung teater bersama sejumlah pemain teater kawakan seperti Renny Jayusman, Remy Sylado, dan Jose Rizal Manua. Berperan sebagai Tukiyem di pertunjukan Sandiwara Menyanyi di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (5/2/2011) lalu, Vira berhasil membawakan dialog mengenai musik dan nyanyian.

        "Ini pertama kalinya saya tampil di panggung teater. Saya diajak Remy Sylado," aku Vira kepada Kompas Female. Kunci sukses Vira dalam menjajal sesuatu yang baru dan berbeda ini adalah dengan memahami bahwa pekerjaannya masih punya akar yang sama, yakni seni peran. Namun memang teknik antara sinetron dan teater berbeda.
        "Bermain teater memerlukan gerakan, gestur, dan terutama vokal yang berbeda," aku Vira, yang merasa kesulitan dengan penyesuaian atas kebutuhan vokal  pada teater. "Vokal harus powerful di teater," katanya.

        Bagi Vira, menjalani sesuatu yang baru sah saja untuk pengembangan diri, asalkan dinikmati. Selain juga dengan mengenali sejauhmana kemampuan diri untuk memasuki area yang benar-benar baru tersebut. Untungnya, Vira melakoni dunia peran sejak puluhan tahun silam, jadi tak sulit melakukan penyesuaian dengan sandiwara di panggung dan tampil langsung di depan ratusan penonton.

        Manfaat mengembangkan diri

        Menjajal profesi atau peran baru bukan hanya membawa pengalaman berharga. Keberanian mengembangkan diri juga membuka kesempatan belajar dengan orang-orang besar dan jauh lebih berpengalaman di bidangnya. "Ada nilai plusnya kalau belajar dengan orang besar," jelas Vira. Apalagi jika mereka yang lebih berpengalaman menyambut dengan hangat dan mau mengajarkan kita hal-hal baru, lanjutnya. Namun meski mengaku bahwa teater memberikan seni tersendiri yang menarik, Vira menyatakan belum akan fokus menjadi pemain teater.

        Tak ada salahnya mencoba pekerjaan yang berbeda asalkan dinikmati. Inilah pesan yang juga kentara dari pilihan Vira. Bagaimana dengan Anda?


        mac-on-linux_1Banyak orang menyangka, bahwa IT adalah semata-mata sekedar isu teknologi atau sains an sich, dan tidak melibatkan aspek lainnya. Menurut pemikiran ini, kita cukup ngoprak-ngaprek komputer, dan itulah IT. Hanya, sayangnya asumsi tersebut kurang tepat. IT telah menggerakkan manusia menuju metode sosialisasi baru, seperti chatting dan social networking. Hal ini bisa dikaji secara sosiologis atau antropologis. Aspek yang tidak kalah penting pada IT adalah marketing dan branding, yang merupakan domain tradisional ilmu ekonomi/manajemen.
        Kegagalan pemasaran produk IT yang berteknologi tinggi, seperti yang akan dijelaskan dibawah, merupakan salah satu contoh gagalnya marketing/branding dari produk yang bersangkutan. Sementara keberhasilan mereka, juga merupakan keberhasilan divisi marketing dari perusahaan yang bersangkutan. Pendekatan multidisipliner, supaya berhasil membangun suatu business unit IT, mutlak diperlukan. IT bukanlah isu engineering atau sains belaka, namun juga isu sosial, ekonomi, dan budaya.

        IBM dan Apple: Beberapa contoh kegagalan mereka, dan kebangkitan kembali

        Antara tahun 80an dan 90an, IBM merilis sistim operasi model baru, yang diberi nama OS/2. Awalnya OS/2 merupakan hasil kerja sama antara IBM dan Microsoft, untuk menggantikan sistim operasi DOS yang sudah kuno. Namun, berhubung Microsoft mengembangkan Windows, maka proyek OS/2 dilanjutkan oleh IBM. Jelas, jika melihat keseluruhan fitur, OS/2 merupakan sistim operasi yang paling canggih di jaman itu. Ia memiliki manajemen memori yang sempurna, multi tasking/threading, object oriented, dan dapat menjalankan windows juga. Namun adapun, dengan segala kecanggihan tersebut, akhirnya OS/2 hanya memiliki pasar yang terlalu segmented, dan akhirnya pengembangannya dihentikan. Selama pengengembangannya, IBM hanya memasarkan OS/2 pada kalangan korporat atau IT, namun tidak terlalu menggarap end user. Namun IBM tidak bersedih hati dalam waktu lama, sebab sudah memiliki ‘jagoan’ sebagai pengganti OS/2, yaitu Linux. Bersama beberapa vendor open source, sekarang IBM mengembangkan ‘real time Linux’ , yang didesain untuk sistim besar mereka, yang biasa digunakan kalangan militer dan keuangan. IBM sekarang adalah ‘platinum member’ pada Linux foundation, dan telah menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mengembangkan platform Linux.
        Semenjak Steve Jobs meninggalkan Apple pada tahun 1985, perusahaan tersebut seperti kehilangan fokus. Apple melakukan diversifikasi habis-habisan, namun melupakan core businessnya. Pada kurun waktu sepeninggal Jobs, Apple memproduksi dua produk teknologi tinggi, yaitu Kamera Digital dan PDA Newton. Komputer yang dijual Apple pada saat itu, boleh dibilang sama saja dengan PC, namun dengan harga yang jauh lebih tinggi. Namun, berhubung kedua produk tersebut diluar core business Apple, dan banyak perusahaan kamera digital yang akhirnya dapat membuat kamera yang lebih murah dan lebih handal, akhirnya bisnis kamera Apple merugi. Demikian juga kasus pada PDA Newton. Pada waktu Newton diluncurkan, Apple kurang membaca pasar, sebab pada waktu itu konsumen belum menginginkan gadget yang secanggih itu.
        Alhasil, sewaktu Steve Jobs kembali ke Apple di tahun 1997, pengembangan kamera digital dan PDA Newton dihentikan sama sekali. Namun kesedihan Apple dengan kegagalan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah melakukan survey pasar secara komprehensif, akhirnya Apple sukses dengan gadget terbaru mereka, yaitu Iphone dan Ipod. Apple pun berhasil meregenerasi komputer mereka, dengan memproduksi komputer yang tetap berkualitas, namun dengan harga mendekati/setara dengan PC yang sekelas. Pangsa pasar mac selalu meningkat, disebabkan keberhasilan Apple menekan harga. Penekanan tersebut terjadi, karena mac menggunakan komponen standar yang biasa digunakan di PC, seperti USB, PCI, Intel processor, ATI/NVIDIA GPU, DVI to VGA connector, DDR RAM dll.
        Keberhasilan Google membangun niche
        Google merupakan Business unit berbasis Open Source yang sangat sukses, mungkin yang paling sukses. Sebagai ‘gold member’ pada Linux foundation, telah banyak yang telah dikontribusi Google pada dunia Open Source. Search engine mereka telah menjadi default di webbrowser utama pada platform Macintosh dan Linux, sementara di platform Windows pun juga banyak yang menggunakan jasa mereka. Adword dan Adsense telah menjadi metode baru dalam beriklan di dunia maya. Namun, kunci keberhasilan bisnis mereka, terutama karena pemisahan fungsi manajerial mereka. Para pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, memutuskan untuk menyerahkan urusan bisnis dan marketing Google pada Eric Schmidt, seorang veteran pada dunia manajerial korporasi berbasis IT. Pemisahan ini dilakukan, supaya Page dan Brinn bisa fokus secara penuh pada aspek sains dan engineering pada semua produk Google, sementara Schmidt juga bisa fokus secara penuh pada aspek marketing dan bisnisnya.
        Menurut Schmidt, Ia mengembangkan budaya korporasi Google berdasarkan praktek korporasi modern yang telah baku, namun tetap membuka ruang bagi kreativitas. Bagian keuangan, umum, logistik dan SDM Google pada dasarnya tidak berbeda dengan perusahaan lain, demikian menurut Schmidt. Namun, menurut dia lagi, bagian Teknologi dan Produk mereka, yang dikepalai Page dan Brinn, yang selalu memberi kejutan kreatif.
        Walau terjadi pemisahan fungsi, namun mereka bertiga tetap menjalin kordinasi dengan baik untuk semua keputusan penting. Hasil dari pemisahan fungsi tersebut sangatlah luar biasa. Google dapat menghasillkan produk berteknologi tinggi, namun laku keras di pasaran. Walau server Google dibangun pada customized Linux versi khusus, namun mereka dapat mendominasi search engine di platform Windows dan Mac, tidak hanya di Linux. Market Capitalization Google pun sangat besar, bahkan setara dengan Apple, yang merupakan perusahaan yang lebih tua. Ini bukti bahwa Google adalah raksasa IT, yang sejajar dengan nama-nama yang telah terlebih dahulu established. Sampai detik ini, Schmidt masih tercatat sebagai dosen di Stanford University, pada mata kuliah technopreneurship. Schmidt mengaku senang mengajar, karena hanya di forum itu dia bisa mendapat masukan banyak dari mahasiswa mengenai banyak hal dan bisa berdiskusi dengan para mahasiswa yang progresif.

        Pelajaran dari para raksasa IT
        Kegagalan IBM dan Apple dalam memasarkan produk mereka, dan kemudian kebangkitan mereka kembali, mengajarkan banyak hal. Survei pasar sangat penting supaya suatu produk bisa laku di pasaran. Kesuksesan IBM mengadopsi Linux real time, dan keberhasilan Apple di pasar gadget merupakan Strategi branding yang tepat juga berperan sangat kunci disini. Keputusan IBM untuk menggunakan maskot Linux, yaitu Tux, yang memakai pakaian khas ‘big blue suite’ mereka, merupakan simbol dari komitmen IBM terhadap Open Source. Apple pun juga mengganti nama perusahaannya, dari ‘Apple Computer’ ke ‘Apple Inc’, untuk memberi kesan pada seluruh dunia, bahwa brand Apple tidak hanya identik dengan komputer, namun juga dengan gadget mereka, yaitu Ipod dan Iphone. Kegagalan IBM dan Apple di masa lalu, dan keberhasilan ‘branding’ mereka di era sekarang, dapat menjadi pelajaran berguna dalam membangun industri IT.
        Namun pelajaran yang tak kalah penting dari atas adalah pemisahan fungsi kepemimpinan engineering dan marketing. Hal ini telah dilakukan Google, dan mereka sukses besar. Dalam pemisahan dua fungsi ini, kepada dua pihak yang berbeda, maka tumpang tindih tugas berbeda pada orang yang sama dapat dihindari. Akan sangat bagus, jika seorang saintis atau engineer tidak usah terlalu mendalam memikirkan bisnis atau marketing, sementara itu bagian marketing juga tidak perlu memikirkan terlalu mendalam urusan sains atau engineering.
        Namun antara kedua belah pihak, wajib melakukan kordinasi dan kerja sama secara sinergis untuk pengembangan perusahaan. Pemisahan fungsi sains/engineer dengan marketing, merupakan salah satu kunci sukses Google. Kerja sama yang sangat baik diantara trio ‘Page-Brin-Schmidt’ merupakan inspirasi penting dalam pengembangan industri IT.
        Referensi:
        http://www.apple.com
        http://www.ibm.com
        http://www.en.wikipedia.org
        http://www.linuxfoundation.org
        Kredit Gambar:/linux.softpedia.com


        google-lego-logoBagaimana mengoptimalkan kinerja para pekerja ilmu (knowledge workers) adalah kunci bagi kesuksesan bisnis pada seperempat abad yang akan mendatang. Bagaimana hal ini dilakukan pada Google?
        Manajerial Google selalu berpikir, bahwa guru bisnis Peter Drucker sangat memahami bagaimana mengoptimalkan kinerja para pekerja ilmu. Drucker menciptakan istilah ini pada tahun 1959. Pekerja ilmu dalam definisi ini, berbeda dengan pegawai biasa. Dia berpendapat, bahwa pekerja ilmu percaya bahwa mereka dibayar untuk efektif, dan bukan untuk bekerja dari jam 9 sampai jam 5. Lebih jauh lagi, menurut Drucker, bisnis yang cerdas akan mengoptimalkan kinerja pekerja ilmu mereka secara maksimal. Mereka yang sukses, akan bisa bertahan paling tidak sampai 25 tahun yang akan mendatang.
        Google mampu melihat keunggulan tersebut. Perdebatan yang berkelanjutan apakah perusahaan besar melakukan mismanajemen terhadap pekerja ilmu mereka adalah hal yang sangat diperhatikan oleh Google, sebab siapapun yang tidak menangani hal ini dengan baik, maka ia akan punah. Google telah mendapatkan ide baik yang diinspirasikan dari pihak luar, dan ditambah beberapa ide dari Google sendiri. Apa yang berhasil ditemukan, adalah sepuluh prinsip utama untuk memaksimalkan efektivitas pekerja ilmu. Hal demikian juga diterapkan oleh sebagian besar perusahaan teknologi lain, namun ada beberapa hal yang akan diberi garis bawah berbeda.
        • Rekrut melalui komite. Hampir setiap pekerja yang melewati fase interview di Google berbicara paling tidak dengan enam interviewer, yang berasal dari pihak manajemen, atau kolega potensial mereka sendiri. Pendapat dari semua pihak dipertimbangkan, membuat proses rekrutmen menjadi lebih adil dan meninggikan standar. Memang memerlukan waktu lebih panjang, namun Google tetap melakukannya. Jika kita memperkerjakan orang-orang hebat, dan melibatkan mereka secara intensif pada proses rekrutmen, maka kita akan dapat orang-orang hebat lebih banyak lagi. Google memulai membangun “positive feedback loop” ini ketika mulai membangun perusahaan, dan ternyata setimpal.
        • Penuhi semua kebutuhan pekerja. Seperti yang dikatakan Drucker, yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan kinerja pekerja ilmu mereka secara maksimal. Google menyediakan berbagai fasilitas hidup sehari-hari, seperti tempat makan, gym, ruang cuci baju, ruang pijat, barbershop, cuci mobil, bus transpor, dan berbagai hal lain yang bisa diingikan oleh insinyur pekerja keras.
        • Bekerja dalam tim. Hampir semua proyek pada Google adalah proyek tim, dan tim harus dapat berkomunikasi. Cara terbaik untuk membuat komunikasi mudah adalah memberikan ruang bagi anggota tim untuk sedekat mungkin dengan yang lain. Hasilnya adalah, hampir semua orang pada Google saling membagi ruangan kantor. Dengan cara ini, ketika programer perlu berdiskusi dengan koleganya, ada akses langsung: tidak perlu menelpon, tidak ada delay email, dan tidak perlu menunggu respon. Tentu saja, ada banyak ruang konferensi yang dapat digunakan untuk diskusi secara detail, sehingga kolega mereka yang lain tidak terganggu. Bahkan CEO harus berbagi ruang kantor selama beberapa bulan di Google, setelah ia menjabat. Duduk dekat dengan pegawai yang cerdas adalah pengalaman edukasi yang sangat efektif.
        • Buatlah kordinasi mudah. Karena semua anggota tim berdekatan satu sama lain, adalah sangat mudah untuk mengkordinasikan proyek. Selain kemudahan jarak fisik, Google mengirim reminder email setiap minggu kepada tim, untuk menjelaskan apa yang telah dilakukan anggota time selama seminggu. Ini adalah cara mudah untuk melacak apa yang dilakukan orang lain, membuat lebih mudah untuk memonitor hasil dan mensinkronisasikan alur kerja.
        • Berikan fasilitas secara internal. Pekerja Google menggunakan tools perusahaan secara intensif. Tools yang paling jelas adalah Web, dengan halaman web internal untuk hampir seluruh proyek dan pekerjaan. Mereka diindeks dan tersedia untuk peserta proyek, sesuai dengan kebutuhan. Google juga melakukan ektensifikasi untuk managemen informasi, yang pada akhirnya digulirkan sebagai produk. Sebagai contoh, salah satu contoh dari kesuksesan Gmail adalah ia telah diuji secara beta pada perusahaan dalam jangka waktu cukup lama. Penggunaan email adalah sangat kritis dalam organisasi, maka itu Gmail harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dari pekerja ilmu kami.
        • Doronglah Kreativitas. Insiyur Google dapat menggunakan 20 persen waktu mereka untuk proyek yang mereka pilih. Tentu saja, ada proses persetujuan dan beberapa masukan. Namun pada dasarnya Google ingin memberikan peluang bagi orang yang kreatif, untuk menjadi kreatif. Salah satu dari rahasia umum Google, adalah mailing list ide; suatu kotak saran bagi seluruh perusahaan dimana orang dapat memposting ide mulai dari prosedur parkir mobil sampai ke aplikasi ‘killer’ selanjutnya. Software ini memperbolehkan semua orang untuk berkomentar dan menilai ide-ide, dan menjadikan ide yang terbaik untuk diaplikasikan.
        • Berjuang untuk mencapai konsensus. Mitologi korporasi modern menjadikan decision maker unik sebagai pahlawan. Google mengikuti pandangan bahwa ‘lebih banyak adalah lebih cerdas daripada lebih sedikit’, dan berusaha menjajaki beberapa pemikiran, sebelum mencapai keputusan apapun. Pada Google, peranan dari manajer adalah agregator akan banyak pandangan, bukan diktator. Membangun konsensus kadang memerlukan waktu lebih panjang, namun menghasilkan tim yang lebih berkomitmen dan keputusan yang lebih baik.
        • Jangan berbuat jahat (Don’t do evil). Banyak yang telah ditulis mengenai slogan Google yang satu ini, namun Google benar-benar berusaha untuk mengikutinya, terutama pada tingkat manajemen. Sama seperti organisasi yang lain, orang-orang sangat berhasrat untuk mengemukakan pandangannya secara terbuka. Namun tidak ada seorangpun yang bertindak kasar di Google. Atmosfir penuh toleransi dan penghormatan, adalah hal yang berusaha diciptakan di Google, bukan perusahaan yang penuh dengan ‘yes man’.
        • Data mengendalikan keputusan. Pada Google, hampir semua keputusan adalah berdasarkan analisis kuantitatif. Google membangun sistim untuk mengatur informasi, tidak hanya pada internet, namun juga secara internal. Google memiliki berlusin-lusin analis yang dapat memformat data, melakukan analisis metrik performans, dan memplot trend untuk menjaganya semakin up to date. Google memiliki ‘dashboard online’ terhadap setiap bisnis yang dikerjakan, yang dapat memberikan snapshot secara up to date terhadap posisi Google.
        • Berkomunikasi secara efektif. Setiap jumat, Google mengadakan pertemuan untuk memberikan pengumuman, perkenalan, dan sesi tanya jawab (Tentu juga dengan buffet dan coffe break). Hal ini menjadikan manajemen untuk tetap mengetahui apa yang dipikirkan oleh para pekerja ilmu, demikian juga sebaliknya. Google memiliki diseminasi informasi yang sangat luas, dan hanya sedikit kebocoran serius. Kontras dengan apa yang dipikirkan banyak orang, kami percaya bahwa: Pekerja yang dipercaya, adalah pekerja yang loyal.
        Kesepuluh poin ini juga diikuti oleh banyak perusahaan Silicon Valley yang lain. Namun ada beberapa masalah yang dihadapi oleh Google, dan juga perusahaan lain.
        Satu, adalah ‘arogansi techno’. Insinyur adalah kompetitif secara alamiah dan mereka memiliki toleransi rendah terhadap mereka yang tidak memiliki motivasi atau tidak secerdas mereka. Namun hampir semua proyek engineering adalah proyek tim; memiliki anggota yang cerdas, namun tidak fleksibel dalam tim dapat berbahaya. Jika Google mendapatkan rekomendasi, bahwa orang itu sangat cerdas, namun tidak dapat bekerja sama dalam tim, maka Google tidak akan memberikan posisi apapun kepada mereka. Salah satu alasan untuk interview peer yang ekstensif adalah untuk memastikan bahwa tim sangat antusias dengan anggota tim yang baru. Banyak dari anggota terbaik Google adalah ‘role model’ dalam konteks membangun kerja sama tim.
        Masalah lain adalah sindrom ‘jangan dibuat disini’. Seorang insinyur yang baik selalu yakin, bahwa dia selalu dapat membangun sistim yang lebih baik daripada yang telah ada, dan berpendapat ‘jangan sekedar membeli, namun bangulah dari awal’. Mungkin pendapat itu benar, namun Google harus berfokus pada proyek yang menguntungkan. Dalam beberapa kasus ini mengharuskan Google untuk mempertimbangkan tawaran produk dan servis dari perusahaan lain.
        Isu lain yang akan dihadapi Google adalah maturasi dari perusahaan, industri, dan angkatan kerja. Google berada dalam pertumbuhan yang sangat cepat sekarang ini, namun hal ini tidak akan berlangsung selamanya. Beberapa dari pekerja Google adalah fresh graduate, beberapa memiliki keluarga dan pengalaman kerja yang ekstensif. Kebutuhan dan kepentingan mereka berbeda. Google harus memberikan keunggulan dan lingkungan kerja yang menarik bagi semua generasi.
        Isu final adalah memastikan bahwa selama Google bertumbuh, prosedur komunikasi dapat mengikuti perkembangan organisasi. Pertemuan jumat adalah cukup untuk tim Mountain View (Markas besar Google di California, USA), namun sekarang Google adalah organisasi global.
        Google telah berfokus pada pengaturan kreatifitas dan inovasi, namun bukan hanya itu yang penting bagi Google. Operasi harian juga harus diatur, dan itu bukan hal yang mudah. Google membangun infrastruktur teknologi yang lebih besar, lebih kompleks, dan lebih menuntut sumber daya dibandingkan apapun yang ada sebelumnya. Siapapun yang memiliki rencana, mengimplementasikan, dan menjaga sistim tersebut, yang harus bertumbuh untuk memenuhi banyak tawaran, harus mendapatkan banyak insentif juga. Pada Google, operasi adalah hal yang sangat kritis pada sukses perusahaan, dan Google memastikan bahwa usaha dan kretivitas bertumpu pada hal ini, selain pada pengembangan produk.

        Diberdayakan oleh Blogger.